Akademi Teknik Industri Makassar ( ATIM ) didirikan sejak tahun 1967 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri DEPERDARIGA No: 273/M/1967,tanggal 28 April 1967 yang ditanda tangani Alm Jenderal M.Jusuf dan memgangkat Alm Letkol Syamsuddin DL sebagai Direktur Pertama Akademi Industri Makassar dan disusul dengan surat Keputusan Menteri Perindustrian No : 331/M/SK/VII/1969,tanggal 28 agustus 1969.Nama Akademi Industri Makassar (ATIM) diganti menjadi Akademi Teknologi Industri Makassar ( ATIM) dan pada tahun ajaran 1979/1980 Makassar diganti Ujung Pandang maka ATIM menjadi Akademi Teknologi Industri (ATI) Ujung Pandang.

               Pada tahun ajaran 1982/1983 ATI Ujung Pandang menyelenggarakan Program Diploma-III untuk menghasilkan tenaga-tenaga ahli dalam bidang Teknologi Industri sesuai dengan surat Keputusan bersama Menteri Perindustrian dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No : 275/M/SK/VI/1981 dan Nomor 0183/U/1981 tanggal 6 Juni 1981.

               Pada tahun 1995 Menteri Perindustrian menerbitkan Surat Keputusan No : 262/M/SK/12/1995 tanggal 1 Desember 1995 tentang organisasi dan tata Kerja Akademi Teknik Industri (ATI) Ujung Pandang yang sebelumnya adalah Akademi Teknologi Industri Ujung Pandang.

               Dengan perubahan nama Ujung Pandang menjadi Makassar pada tahun 1999 secara otomatis menjadi Akademi Teknik Industri Makasar (.ATIM) dan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian NO : 28/M-IND/PER/2/2015 dan Berdasarkan Surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No : 494/E/O/2014 tanggal 13 oktober 2014 tentang Penyelenggaraan Program Studi Diploma Tiga dalam rangka perubahan bentuk Akademi Teknik Industri Makassar menjadi Politeknik ATI Makassar.Politeknik ATI Makassar merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kawasan Timur Indonesia yang berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian.

               Program Pendidikan yang diselenggarakan adalah Pendidikan VOKASI (Diploma-III) yang mencakup 4 (empat) Jurusan/Program Studi,salah satunya adalah Jurusan/Program Studi Teknik Industri AGRO yang awalnya bernama Program Studi Manajemen Teknik Industri  ( MTI). Status sebagai Program Studi Manajemen Teknik Industri (MTI) berlangsung sampai dikeluarkannya Peraturan Menteri Perindustrian RI No: 150/M-IND/PER/10/2009 tentang STATUTA ATIM. Program Studi MTI berganti nama menjadi Program Studi Teknik & Manajemen Industri ( T &MI), terakhir pada tahun 2014 berganti nama menjadi Jurusan/Program Studi Tekniik Industri AGRO(Agro Industrial Engineering) Jenjang Diploma III ( D-III) dengan Kode 52- 6030302,yang telah di Visitasi oleh DIKTI tgl 17 Juli 2014 dalam rangka perubahan bentuk menjadi Politeknik ATI Makassar . Perubahan ini dimaksudkan agar perguruan tinggi di luar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan difokuskan pada pendidikan vokasi.

               Sesuai Visi Pembangunan Industri Indonesia pada tahun 2025 sebagaimana tercantum di dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perindustrian yang menjadikan Indonesia sebagai “Negara Industri Tangguh di dunia”. Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah membuat  Program Prioritas Dalam RPJMN salah satunya adalah Program Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Agro.

Dalam rangka mewujudkan visi industri nasional tahun 2025, pengembangan industri dilakukan melalui 2 (dua) pendekatan, yaitu pendekatan “Top-Down” melalui Pengembangan 35  Klaster Industri Prioritas yang dipilih berdasarkan kemampuan nasional untuk bersaing di pasar domestik dan internasional serta pendekatan “Bottom-Up” melalui Pengembangan industri pengolahan komoditi unggulan daerah menuju Kompetensi Inti Industri Daerah (core competency/distinctive competence).

Berdasarkan Pengembangan kluster industri yang mempunyai daya saing tinggi untuk meningkatkan ekspor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri,maka Industri Agro dapat menjadi produk olahan baik produk akhir (Finish Product) maupun produk antara (Intermediate Product).

Nilai Strategis Industri Agro terletak pada posisinya sebagai jembatan yang menghubungkan antara sektor pertanian pada kegiatan Hulu dan sektor Industri pada kegiatan Hilir.Dengan pengembangan Industri AGRO secara tepat dan baik diharapkan dapat  Meningkatkan Jumlah Tenaga Kerja, pendapatan petani,Volume ekspor dan devisa serta pangsa pasar baik domestik maupun internasional. Penduduk Indonesia yang bekerja disektor pertanian sekitar 60 % dari tenaga kerja yang ada,disektor industri pengolahan 10 %,sektor perdagangan 14,6 %,sektor jasa 12,0 % dan lain-lain 7,4 %.

Kebijakan pemerintah dalam rangka penguasaan teknologi merupakan alat ampuh didalam mewujudkan program Industrialisasi Nasional sehingga dapat menghantarkan Indonesia kedalam penemuan-penemuan baru baik Produk tecnologi, manufakturing tecnologi maupun production process tecnology. Perkembangan teknologi terasa semakin cepat khususnya  perkembangan dalam bidang industri Agro, oleh karena itu hampir seluruh negara industri berupaya untuk menguasai dan mengembangkan teknologi dengan meningkatkan kegiatan penelitian & pengembangan (research & development) dalam bidang Industri Agro.

Dengan demikian perkembangan bidang ilmu dan teknologi (khusus bidang kajian Teknik Industri Agro) akan mampu memunculkan Keunggulan kompetitif,efisien dan berwawasan Lingkungan serta bertumpu pada sumber daya Lokal sehingga dapat terwujud suatu